Sunday, May 28, 2006

SBY Angkat Topi untuk Para Relawan Gempa

Bantul - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat topi untuk para relawan gempa DI Yogyakarta, baik relawan dalam negeri maupun relawan asing. SBY menegaskan tindakan para relawan sebagai tindakan yang mulia.

"Ini sungguh perbuatan mulia," kata Presiden SBY saat menemui relawan di RS Lapangan Bantul di Stadion Dwi Windu, Bantul, Senin (29/5/2006). SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono dan Mensos Bachtiar Chamsyah mengunjungi RS Lapangan sekitar 15 menit. SBY tiba pukul 11.30 WIB dan meninggalkan lokasi pukul 11.45 WIB.

Dalam kunjungannya, SBY berdialog dengan tim medis dan juga para relawan, baik dari kalangan kampus maupun relawan asing, termasuk relawan dari Singapura. SBY menyampaikan terima kasih atas sikap ikhlas mereka dalam menangani para korban gempa. "Terima kasih atas bantuan para relawan," ujar SBY.

Di RS Lapangan, SBY juga mengunjungi beberapa korban gempa yang dirawat. "Sabar dulu, tawakkal dulu. Kita semua datang untuk membantu," ujar SBY kepada salah seorang pasien yang ditemuinya.

Di RS Lapangan, banyak warga Bantul yang dirawat. RS ini hanya memberikan perawatan secara darurat. Bila ada pasien yang parah, akan segera dirujuk ke RS.

Sebelumnya, SBY sempat mendatangi para pengungsi yang membangun pos darurat di SMP 1 Sewon Bantul. Di tempat ini, SBY memberikan sumbangan untuk para pengungsi.

Sumber: Detikcom

Korban Tewas Gempa Bumi Menjadi 4.611 Jiwa

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Sabtu kemarin, terus bertambah. Hingga Ahad (28/5) pukul 18.15 WIB, Pos Koordinasi Penanganan Gempa Departemen Sosial mencatat korban meninggal akibat gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah mencapai 4.611 jiwa. Sedangkan jumlah rumah yang hancur mencapai 13.386.

Kebanyakan korban dan rumah yang hancur terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Di Bantul, korban tewas 2.708 orang dan rumah rusak 3.500.
- Di Kulonprogo, korban tewas 15 orang dan rumah rusak 200.
- Di Sleman, korban tewas 174 dan rumah rusak 100.
- Di Gunung Kidul, korban tewas 39 dan rumah rusak 250.
- Di Kota Yogyakarta, korban meninggal 129 jiwa dan rumah rusak 200.

Berbeda di Yogyakarta, korban tewas dan rumah hancur akibat gempa di Jawa Tengah cenderung lebih sedikit.
- Di Klaten, korban meninggal 1.542 dan rumah rusak 500.
- Di Magelang, korban tewas satu orang dan rumah rusak 205.(BEY)
Sumber : MetroTV

BMG: Kekuatan Gempa Susulan Terus Melemah

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) terus memantau gempa yang terjadi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Meski gempa susulan masih terus terjadi, BMG memperkirakan kekuatannya akan terus melemah. "Kita tidak perlu khawatir atau cemas dengan gempa susulan yang mungkin terjadi beberapa hari ke depan, karena sifatnya, kualitas dan kuantitasnya jauh menurun dari gempa yang utama.

Meski kekuatan gempa susulan terus melemah, BMG mengimbau warga meninggalkan bangunan yang rapuh. BMG juga kembali menegaskan gempa yang terjadi pada Sabtu pagi kemarin tidak akan menimbulkan Tsunami. Gempa yang terjadi pada Sabtu pagi berkekuatan 5,9 skala Richter. Gempa terjadi selama sekitar 57 detik. Kerusakan dan korban jiwa dan luka terparah terjadi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.(BEY)
Sumber : MetroTV

Korban Tewas Bertambah Menjadi 3.376 Orang

Hingga Ahad (28/5) siang, pukul 13.15 WIB, data Posko Departemen Sosial mencatat korban meninggal gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah mencapai 3.376 orang. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, korban meninggal dunia terbanyak di
Kabupaten Bantul sebanyak 2.386 orang,
Kabupaten Sleman sebanyak 55 orang,
Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 21 orang dan
Kotamadya Yogyakarta sebanyak 101 orang.
Sedangkan, korban tewas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berjumlah 806 orang.
Untuk korban luka-luka, luka berat sebanyak 1.700 orang dan luka ringan 1.251 orang.

Sementara itu, sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Center for Indonesian Medical Student Activities melakukan aksi solidaritas dengan menggalang dana untuk korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kegiatan itu dilakukan di beberapa jalan-jalan protokol di Semarang, Jawa Tengah.

Sambil membawa poster berisi ungkapan keprihatinan, mahahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, ini meminta sumbangan kepada pengendara mobil dan pengendara sepeda motor yang melintasi kawasan tersebut. Aksi galang dana ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap musibah gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta dan Jawa Tengah di mana lebih dari 3.000 orang korban meninggal dunia. Aksi sosial ini akan dilakukan hingga tiga minggu ke depan. Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada korban di Yogyakarta dan Jateng.

Aksi solidaritas untuk korban gempa juga dilakukan oleh Pemuda Maluku Bersatu (PMB). Mereka akan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia untuk memberikan bantuan darah bagi para korban gempa di Yogyakarta dan sekitarnya. Ketua Umum PMB, Ronny Syauta mengatakan, selain sumbangan darah organisasinya juga akan memberikan bantuan berupa obat-obatan, selimut, bahan makanan, serta tim relawan.

Para relawan ini rencananya akan berangkat ke Yogyakarta pada Senin (29/5) besok. Sementara, penempatan mereka di lokasi bencana akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial setempat. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian atas nasib sesama anak bangsa dan diharapkan dapat meringankan beban para korban.(AMR)

Sumber : MetroTV

Korban Tewas Melampaui 3.000 Orang

Metrotvnews.com, Bantul: Hingga Ahad (28/5) dini hari, sekitar pukul 00.15 WIB, korban meninggal dunia akibat gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah melampaui angka 3.000 atau tepatnya 3.098. Data yang dihimpun Satkorlak Penanggulangan Bencana Yogyakarta menunjukkan, korban meninggal terbanyak terjadi di Bantul yaitu sekitar 2.971 orang.

Di Klaten, Jawa Tengah, menurut catatan Posko Bencana Gempa di Kantor Pemerintah Kabupaten Klaten, korban tewas hingga Sabtu malam mencapai 690. Korban meninggal dunia juga ditemukan di Yogyakarta, Sleman, dan Kulonprogo.

Namun, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Aburizal Bakrie menyatakan, di Yogyarakta kemarin korban tewas belum bisa dipastikan. Namun, ia mengaku memproleh data korban meninggal dunia mencapai 5.000 orang dan masih bisa bertambah. Selain merenggut korban jiwa, gempa juga meluluh-lantakkan 3.824 bangunan. Kerusakan paling parah terjadi di Bantul.

Sementara itu, tiga orang hingga saat ini masih terperangkap di reruntuhan sebuah ruko di daerah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Ketiga korban adalah Feri, Tati, dan Ade Ilham. Mereka diduga adalah penjaga ruko yang menjual suku cadang mobil di Kelurahan Sidodadi, Prambanan, Klaten.

Diduga, saat kejadian gempa tektonik kemarin ketiganya tertidur di lantai 1. Ruko ini sendiri terdiri dari empat lantai. Belum diketahui pasti siapa pemilik ruko tersebut.

Warga sekitar yang berusaha menolong sempat mendengar teriakan Feri, salah seorang yang terperangkap di reruntuhan bangunan. Ketika itu, Feri mengatakan ia terjepit dan di bagian dada dan kepala.

Namun, hingga Sabtu petang tidak ada seorang pun yang bisa menolong ketiga korban. Warga yang mencoba menolong sempat ketakutan ketika gempa susulan terjadi. Kemungkinan hingga kini ketiga korban masik terjebak di reruntuhan bangunan.(AMR)

Sumber : MetroTV

PLN Dan Radar Bogor Kirim Tim Relawan

Metrotvnews.com, Bogor: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan harian Radar Bogor, Jawa Barat, mengirim relawan guna membantu korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Para relawan PLN berangkat ke Yogyakarta, Senin (29/5) pagi, dengan menumpang pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Keberangkatan mereka pada pukul 06.00 WIB tersebut langsung dilepas oleh Direktur Keuangan PLN, Parno Iswara. Tim relawan PLN yang berjumlah 36 orang terdiri dari dokter, ahli patah tulang dari Cimande, perawat, dan tim medis lainnya, serta teknisi. PLN juga membawa bahan bantuan berupa obat-obatan, makanan, dan alas tidur.

Bersamaan dengan pemberangkatan tim relawan ini, pihak TNI juga memberi bantuan untuk korban gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bantuan yang diberikan berupa tenda darurat bagi para pengungsi, serta selimut, kasur, dan makanan siap saji.(AMR)

Sumber : MetroTV

Hatta Radjasa: Bandara Adi Sucipto Dibuka Mulai Selasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak ingin penyelesaiannya berlarut-larut, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa mentargetkan perbaikan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta selesai hari Senin (29/5) besok. Percepatan pengerjakan terus dilakukan. Maklum, kerusakan Bandara Adi Sucipto akibat gempa bumi, Sabtu pagi lalu, membuat penerbangan komersial ke bandara ini ditutup. Bandara hanya dibuka untuk penyaluran bantuan kemanusiaan. Landasan yang digunakan pun dibatasi maksimun 1.400 meter, sehingga yang dapat mendarat hanyalah pesawat hercules atau yang lebih kecil.

Saat ini perbaikan landasan pacu masih terus dilakukan. Setidaknya ada empat titik di landasan pacu yang mengalami kerusakan. Menurut Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, dengan target selesai Senin besok, bandara dapat dibuka kembali untuk penerbangan komersial pada hari Selasa (30/5)


Sumber : MetroTV

Mahasiswa Berbagai Daerah Menggalang Dana Bagi Korban Gempa di Jogja

Metrotvnews.com, Ambon: Gempa bumi yang melanda wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah melahirkan kepedulian sejumlah komponen masyarakat. Aksi galang dana bagi korban gempa pun berlangsung di berbagai daerah. Di Ambon, Maluku, aksi dilakukan oleh berbagai elemen mahasiswa. Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ambon, Ahad (28/5), menggelar aksi penggalangan dana di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon. Mereka mengimbau pengguna jalan untuk membantu para korban gempa sebagai bentuk solidaritas sesama anak bangsa.

Di Depok, Jawa Barat, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia dan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta bergabung untuk menggelar aksi serupa. Tanpa menghiraukan terik matahari yang menyengat, mereka menggelar kegiatan penggalangan dana kemanusiaan di persimpangan Jalan Kelapa Dua dan Margonda, Depok. Menurut rencana, mahasiswa kedua perguruan tinggi itu akan menggelar aksi penggalangan dana dalam bentuk pagelaran seni dan bazaar.

Sementara itu di Tangerang, Banten, penggalangan dana dilakukan oleh mahasiswa yang juga panitia Festival Cisadane, tadi pagi. Penggalangan dana akan terus dilakukan hingga festival berakhir sepekan mendatang.(*/BEY)

Sumber : MetroTV

Korban Gempa Dirawat di Semarang

Semarang, CyberNews. Akibat rumah sakit setempat penuh, puluhan korban gempa bumi yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit di Semarang.

Pantauan Suara Merdeka CyberNews, Minggu (28/5), menunjukkan, mereka paling banyak menjalani rawat inap di RS St Elisabeth, yakni 19 orang. Selebihnya, empat orang dirawat di RS Roemani, dua orang di RS Telogorejo, satu orang di RS Dr Kariadi, dan satu orang di RS Pantiwilasa Dr Cipto. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus mengalami peningkatan.

Di RS Elisabeth, mereka ditempatkan di Ruang Melani. Sebelumnya, ruang tersebut telah dikosongkan, karena akan direnovasi, namun, kedatangan pasien korban bencana gempa bumi itu, membuat ruang tersebut difungsikan kembali. "Karena kondisinya mendesak, kami langsung mengerahkan para staf untuk memasukkan tempat tidur ke ruangan tersebut,' kata Humas RS St Elisabeth Probowati Tjondronegoro.

Sebagian pasien telah menjalani operasi, sedangkan lainnya menunggu giliran. RS St Elisabeth, kata Probowati, tidak membatasi pasien korban bencana gempa bumi DIY dan Jateng yang datang. Meski ruangan penuh, pihaknya akan menggunakan lorong rumah sakit untuk merawat mereka.

Para korban gempa bumi mulai berdatangan di RS St Elisabeth sejak Sabtu (28/5) malam, pukul 19.00. Mereka sebagian besar dibawa oleh saudara yang tinggal di Semarang. Selain luka-luka, para korban juga mengalami patah tulang, akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Di RS Roemani Muhamadiyah, empat pasien korban gempa di rawat di ruang Ustman dan Ruang Lukman. Jumlah tersebut belum termasuk dua korban yang menjalani rawat jalan. Menurut Humas Syaifullah SKom, korban yang menjalai rawat inap adalah Nur Hartari (20) warga Gemah selatan I No 53 Semarang, Subkhan Arum (23) warga Jl bukit Kelapa hijau Blok 8A No 3 Semarang dan Muh Riksa (4,5) warga Kelurahan Kanggalan Rt 04 RW 05 Kecamatan Plered, Bantul.

"Nur Hartari dan Subkhan mengalami trauma tulang belakang akibat tertimpa atap. Sedangkan Riksa mengalami trauma pada kepalanya dan kemungkinan besar akan dioperasi,' papar Saifullah.


Tenaga medis

Pasien korban gempa bumi yang dirawat di RS Dr Kariadi bernama Siti Aminah (60). Direktur umum dan operasional RSDK, Drs Bambang Triwara SpFRS menjelaskan, perempuan asal Bantul ini mengalami patah pada kaki sebelah kanan. "Akibat patah yang dialaminya, Siti harus segera menjalani operasi,' jelas dia.

Dua pasien yang dirawat inap di RS Telogorejo adalah Agusta (52) warga perumahan Pasadena Semarang dan Moch Turnudi (37). Menurut Humas Nana Noviada Kwartawati, Moch Turnudi merupakan pasien rujukan dari RSU Temanggung.

Sementara itu, untuk membantu penanganan korban gempa, sejumlah rumah sakit di Semarang juga mengirimkan tenaga medis ke lokasi bencana. RS Dr Kariadi mengirimkan 16 tenaga medis yang berasal dari Brigade Siaga Bencana, serta sembilan perawat yang dibagi dalam dua wilayah, Klaten dan Yogyakarta. Untuk Klaten akan dikirim dua orang perawat, dua dokter spesialis dan dua residen.

Sedangkan untuk Yogyakarta dikirim tujuh perawat, lima dokter spesialis dan tiga residen. Adapun RS Telogorejo mengirimkan sembilan tenaga perawat, satu unit mobil ambulans, serta mengirim bantuan obat-obatan.

Sumber : Suara Merdeka

Ical: Korban Tewas 3.882, Terbanyak di Bantul 2.708

Jakarta - Jumlah korban yang meninggal akibat gempa di Yogyakarta dan sekitarnya terus bertambah. Hingga Minggu pukul 17.00 WIB jumlah korban tewas telah mencapai 3.882. Untuk korban terbanyak yakni di Bantul sebanyak 2.708 orang.

Hal tersebut diungkapkan Menko Kesra Aburizal Bakrie usai menghadiri rapat Bakornas yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla di kediaman Kalla Jl Diponegoro No 2, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/5/2006).

Ical, panggilan akrab Aburizal, mengungkapkan, jumlah warga yang meninggal di Jogyakarta sebanyak 3.074, rinciannya Kodya Yogya 129 orang, Bantul 2.708, Sleman 184, Gunung Kidul 38, dan Kulon Progo 15 orang. Sedangkan untuk korban tewas di Jawa Tengah yakni 808 orang. Rinciannya untuk kabupaten Klaten 806, magelang dan Purworejo masing-masing 1 orang.

Ical menjelaskan, pemerintah terus mengupayakan bantuan, terutama di Bantul. Bakornas mengutamakan bantuan sebanyak 250 tempat tidur.

Soal suplai makanan yang tidak terdistribusi dengan lancar bagi korban gempa, Ical mengakui pemerintah daerah kesulitan menangani hal itu.

"(Suplai makanan) Memang belum cukup. Pemda Jateng menyatakan hanya sanggup untuk 10 hari. Tapi untuk selanjutnya ditanggung pemerintah pusat. Dan kita sudah menyanggupinya," terang Ical.

Sumber:Detikcom

Pemerintah Anggarkan Rp 1 Triliun Untuk Rehabilitasi Yogya

Jakarta - Pemerintah telah menganggarkan Rp 1 triliun untuk merehabilitasi dan rekontruksi Yogyakarta dan sekitarnya selama 1 tahun. Dana itu akan diajukan ke DPR.

"Dana sebesar itu diasumsikan yang meninggal 4 ribu, dirawat 10 ribu, pengungsi 50 ribu. Itu pegangan, baru dievaluasi minggu ini. Sedangkan untuk rehabilitasi asumsi 35 rumah rusak," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla usai memimpin rapat Bakornas membahas dana bantuan asing di kediaman pribadinya Jl Diponegoro No 2, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/5/2006).

Dana itu rencananya akan dipakai untuk perbaikan rumah Rp 600 miliar, bangunan umum Rp 100 miliar, untuk kantor pemerintah Rp 50 miliar, sarana ibadah Rp 50 miliar, serta prasarana umum Rp 200 miliar.

Mengenai rekontruksi bangunan, lanjut Kalla, mekanismenya akan dibedakan dengan yang terjadi di Aceh. Pekerjaan rekonstruksi ini tidak akan memakai kontruktor.

"Komunitas camat, desa harus menyelesaikannya dengan bantuan dana dari pemerintah. Kecuali jalan, bendungan (tetap dengan kontraktor)," terangnya.

Soal bantuan dari pihak asing, Kalla mengungkapkan hingga kini telah ada 19 negara termasuk Amerika yang telah siap memberikan bantuan.

Sumber:Detikcom

Jepang Hibahkan US$ 10 Juta Untuk Korban Gempa

Jakarta - Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan bantuan hibah senilai US$ 10 juta. Selain itu pula, Jepang juga mengirimkan bantuan berupa barang senilai 20 juta Yen.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (28/5/2006) menyebutkan, bantuan hibah tersebut akan diberikan dalam bentuk dana bantuan hibah darurat. Dana itu akan digunakan antara lain untuk pembelian barang-barang yang diperlukan korban.

"Sebagian dana ini juga akan dialokasikan untuk usaha rehabilitasi dan rekonstruksi," jelas dalam rilis tersebut.

Selain memberikan bantuan berupa uang tunai, pemerintah Jepang juga mengirimkan 25 tenaga Tim Medis Darurat Jepang yang akan berangkat pada (29/5). Tim itu akan terdiri dari 1 orang pejabat Deplu Jepang, 4 dokter, 7 perawat, 1 ahli obat (pharmacist) dan pejabat terkait lainnya.


Sumber : Detikcom

Korban Gempa Butuh Obat, Makanan dan Pakaian

Yogyakarta, CyberNews. Korban luka berat dan ringan akibat gempa tektonik melanda Daerah Istimewa Yogyakarta sangat membutuhkan obat-obatan, makanan, air mineral, pakaian dan tenda.

Posko Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Gempa Yogyakarta mencatat jumlah korban luka berat dan ringan hingga Minggu (28/5) petang mencapai 3.746 orang yang kini dalam perawatan di berbagai rumah sakit.

Korban luka berat dan ringan yang dirawat di Rumah Sakit Dr Sardjito lebih dari 1.500 orang yang memadati hingga halaman parkir di rumah sakit rujukan terbesar di Yogyakarta itu.

Dari bagian Radiologi RS Dr Sardjito dilaporkan korban rata-rata mengalami patah tulang kaki, tangan dan tulang belakang, ini terlihat dari ribuan hasil foto rontgen pasien.

Sementara itu bantuan kemanusiaan ke Yogyakarta terus mengalir dari berbagai kalangan. Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X pada Minggu siang menerima bantuan bernilai Rp350 juta dari Paguyuban Bantul "Setapa Duka Nestapa" yang diserahkan oleh KSAD Jenderal TNI Joko Santoso. Bantuan Rp350 juta tersebut terdiri atas uang tunai Rp200 juta dan mi instan bernilai Rp150 juta.

KSAD pada kesempatan itu mengatakan jajaran TNI akan membantu semaksimal mungkin untuk meringankan korban gempa bumi ini. Misalnya dengan mengerahkan kesatuan TNI AD serta mendirikan rumah sakit lapangan yang personilnya diambil dari Rumah Sakit Magelang.

Selain menerima bantuan dari Paguyuban Bantul, Gubernur DIY juga menerima bantuan sembako dua truk dari PT Jamsostek yang diserahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.


sumber: Suara Merdeka