Friday, June 02, 2006

PPI Galang Dana Untuk Jogja

Kita berduka dengan terjadinya gempa besar 6.3 Magnitude di Yogyakarta dan Jawa Tengah (Klaten). Sampai saat ini (30 Mei 2006) diberitakan korban meninggal mencapai 5.427 orang. Kemudian ratusan ribu rumah roboh sehingga banyak yang saat ini mengungsi atau tidur di luar.....selengkapnya

Data sementara korban jiwa

Statistik sementara korban yang meninggal akibat gempa, per 2 Juni 2006, pukul 05.45 WIB:

DI Yogyakarta

* Kab. Bantul: 3968
* Kab. Sleman: 326
* Kota Yogyakarta: 165
* Kab. Gunung Kidul: 69
* Kab. Kulon Progo: 26

Total DIY: 4554 jiwa

Jawa Tengah

* Kab. Klaten: 1668
* Kab. Purworejo: 5
* Kab. Boyolali: 3
* Kab. Magelang: 3
* Kab. Sukoharjo: 1

Total Jateng: 1680 jiwa

Jumlah korban jiwa: 6234

–Sumber: Media Center Menkokesra, Metro TV.

[balita-anda] GEMPA Jogja

Jalan Solo Rusak Parah, Kanopi Saphire Square Rubuh
*Yogyakarta, CyberNews. *Gempa tektonik yang terjadi di selatan Kota
Yogyakarta pada Sabtu pagi tadi mengakibatkan kerusakan yang tidak sedikit
di sebagian besar kota, termasuk sebuah mall di Jalan Solo (Jalan Oerip
Soemohardjo), Saphire Square.

"Saphire Square termasuk bangunan yang paling parah kerusakannya, semua
kanopi ambruk. Jalan-jalan raya juga retak akibat gempa," kata Kristiono
Setyadi, seorang warga di Yogyakarta, Sabtu (27/5).

Kristiono menjelaskan bahwa kondisi bangunan serta fasilitas di Kota Yogya
setelah terkena gempa rata-rata rusak, yang terparah ada di Kabupaten Bantul
karena lokasinya sangat dekat dengan pusat gempa - yakni 37-40Km dari
Yogyakarta.

Dari Jalan Solo, Kristiono mengatakan bahwa berbagai toko serta pusat
hiburan di lokasi tersebut nampak rusak. Ketika gempa terjadi, ia mengaku
sedang berada di rumah yang terletak di kawasan utara jalan lingkar luar
Yogyakarta. "Keadaan di Bandara Adi Sutjipto Yogya terlihat panik, banyak
orang yang eksodus ke Solo dan Magelang karena khawatir munculnya Tsunami,"
kata dia.

Sementara itu di kawasan Ketanggunngan, Yogyakarta, seorang warga bernama
Hening Narwastu menyebutkan bahwa rumahnya sebagian rubuh sedangkan
dinding-dinding bangunan retak parah. "Meskipun rumah saya rubuh, syukurnya
tidak ada korban jiwa di kawasan Ketanggungan," ujarnya.

Dari kawasan Jalan Paris, Aini Firdaus mengatakan bahwa kondisi pasca gempa
di sekitar tempat tinggalnya itu nampak rusak parah. "Banyak rumah yang
rubuh, bahkan ada warga yang masih tertimpa runtuhan bangunan," kata dia.

Sumber: Email bunda zalwa

Gempa Yogya Diduga Nyi Roro Kidul Mau Mantu

Yogyakarta - Mitos tak lepas dari keseharian sebagian masyarakat Jawa. Bagi orang Jawa, pasti mengenal sosok perempuan Nyi Roro Kidul. Gempa Yogya pun dikaitkan dengan perempuan ini.

Banyak cerita berkembang di Yogya seputar gempa dan Nyi Roro Kidul. Diantaranya, gempa terjadi karena Sang Ratu sedang menikahkan anaknya alias mantu.

Demikian diceritakan Wawan, mahasiswa salah satu universitas swasta di Yogyakarta dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (1/6/2006).

"Kata orang-orang tua, ada gempa karena Nyi Roro Kidul melintas," cetus Wawan.

Beredar cerita Sang Ratu akan menikahkan putrinya. Menantunya dikabarkan berasal dari Gunung Merapi.

"Karena ada pesta pernikahan di Pantai Selatan maupun di Gunung Merapi makanya ada gempa dan ada awan-awan panas di Gunung Merapi," pungkas Wawan.

Boleh dipercayai, boleh pula tidak. Cerita ini bergulir di kalangan warga Yogyakarta.

Sumber: Detikcom